Membawa Damai Melalui Rasa Percaya
Membawa Damai Melalui Rasa Percaya
“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera,
sebab kepada-Mulah ia percaya” - Yesaya 26:3
Andika merupakan seseorang yang dilihat sebagai “Model
Student” di mata para guru dan juga sesama murid. Ia dipandang seperti itu
bukan karena kepintarannya ataupun karena talenta yang dia miliki, melainkan
karena keandalannya. Saat temannya meminta bantuannya di dalam suatu hal,
mereka memiliki sebuah keyakinan bahwa Andika pasti akan membantu mereka dengan
sepenuh hatinya. Dan karena Andika merupakan seseorang yang dapat dipercayai, orang-orang
disekitarnya merasa damai dan tanpa khawatir saat meminta bantuannya.
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menjadi pembawa
damai di dunia ini. Yesus sendiri mengatakan dalam Matius 5:9,
"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut
anak-anak Allah." Namun, bagaimana kita bisa membawa damai sejahtera yang
sejati di tengah dunia yang penuh dengan kerusuhan dan ketegangan? Ayat Yesaya
26:3 memberi kita petunjuk yang penting: “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan
damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya”.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa rasa percaya kepada sesuatu
ataupun seseorang merupakan perasaan yang mendamaikan hati dan pikiran. Dengan
menjadi seseorang yang selalu melakukan tanggung jawabnya sepenuh hati, seperti
mengumpulkan tugas tepat waktu atau menepati janji, kita dapat membawa damai
sejahtera kepada orang-orang disekitar kita. Dan saat kita memercayai bahwa
Tuhan mencintai kita dan akan menolong kita, kepercayaan itu juga akan membawa kedamaian
kepada hidup kita. Maka dari itu, jadilah seseorang yang dapat dipercayai agar
kita dapat membawa kedamaian kepada sesama kita sama seperti bagaimana Tuhan
telah membawa kedamaian kepada hidup kita.
Komentar
Posting Komentar