LINGKUNGAN TOXIC

     Mazmur 34:14

 "Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!"



    Pada suatu hari, seorang petani menyadari bahwa padi di sawahnya tidak subur karena terus menerus diirigasi oleh air berlimbah dari sungai di dekatnya. Padi yang ia tanam dengan tekun pun layu, sehingga hasil panennya tidak maksimal. Melihat ini, sang petani tekad untuk memperbaiki sistem irigasinya dengan mengganti sumber air yang lebih bersih. Alhasil setelah beberapa minggu, padi padi sang petani tumbuh dengan sehat dan melimpah. Cerita tersebut mengajarkan kita bahwa lingkungan yang sehat itu sangat penting bagi pertumbuhan, baik bagi tanaman ataupun kehidupan kita.


    Renungan kita pada kali ini membahas tentang lingkungan toxic. Lingkungan toxic, baik dalam bentuk pertemanan, lingkungan suatu daerah, ataupun pola pikir, dapat merusak kesehatan rohani, emosional, bahkan jasmani. Mazmur 34:14 mengatakan kepada kita untuk menjauhi yang jahat, notabene segala sesuatu yang merusak hubungan kita dengan Tuhan, sesama, dan diri sendiri. Bukan hanya menjauhi hal hal yang jahat, namun kita sebagai remaja-remaja Kristus, paling minimal yang bisa kita lakukan adalah mencari atau menciptakan lingkungan yang baik, agar kita bisa mendapatkan damai pada diri kita dan sesama.


    Pada zaman teknologi sekarang, di mana banyak jenis komunitas atau lingkungan dapat ditemukan di setiap sudut internet. Tentu saja kita sebagai remaja-remaja Kristus harus memilah komunitas atau lingkungan dengan bijak, menciptakan lingkungan yang baik bersama dengan orang-orang baik dapat membawa perdamaian tidak hanya pada diri kita namun juga kepada sesama. Lingkungan yang baik juga dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Maka dari itu, mari kita sebagai remaja Kristus menjauh dari segala hal-hal yang jahat dan membawa terang Kristus ke dalam setiap relasi kita.


“Peace begins with me.”
Louise Hay


(Darryl)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Cahaya Terang

Berani Melawan Arus

Memaafkan dan Melupakan