Hati-Hati Gunakan Mulutmu

Bacaan Alkitab = Yakobus 3 : 5 “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.”

Hati-Hati Gunakan Mulutmu

Mulutmu harimaumu!, istilah ini sering dipakai untuk mengingatkan kita bahwa perkataan yang diucapkan tanpa dipikirkan terlebih dahulu bisa membawa dampak yang buruk. Kata-kata yang diucapkan, tidak bisa ditarik kembali. Pastikan kita berpikir dulu dampak yang akan terjadi. Di zaman serba digital ini, bukan hanya ucapan verbal yang perlu diperhatikan, postingan di sosial media dan grup chat pun demikian.

Ketahuilah bahwa perkataan kita itu :

-              Memiliki Kuasa

Amsal 15:23 “Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!”

Pernahkah kalian mengucapkan kata atau kalimat yang sederhana, tetapi orang yang mendengarkan merasa sangat dikuatkan? Ini menunjukkan bahwa setiap kata perlu dikeluarkan pada waktu yang tepat dan ditujukan pada orang yang tepat pula. Demikian pula jika kita berkata-kata tidak tepat pada tempat atau waktunya, maka berpotensi untuk memperburuk situasi atau suatu masalah.

-              Menunjukkan keadaan hati

Matius 12:34 “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.”

Setiap perkataan yang diucapkan menunjukkan kualitas hati kita. Kita orang muda yang selalu diisi dengan Firman Tuhan, sehingga kata-kata yang dikeluarkan penuh hikmat. Kita dapat memberi dampak melalui perkataan yang berbobot dan menjadi orang yang selalu dapat dipercaya.

-              Menunjukkan siapa diri kita

Matius 12:35 “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.”

Orang yang baik bukan berarti tidak ada perasaan kecewa, tidak ada perasaan marah, tidak ada perasaan kesal, dll, tetapi orang yang baik adalah orang yang memutuskan melakukan yang baik, berkata yang baik apapun keadaannya. Ia akan mengontrol dirinya untuk tidak bertindak dan berkata-kata yang melukai orang lain.

Ternyata perkataan kita punya dampak begitu besar, tidak peduli siapa kita atau berapapun usia kita. Untuk itu, sejak muda kita perlu untuk membangun kebiasaan baik dalam berkata-kata agar semakin dewasa kita menjadi anak muda yang berbobot dan diperhitungkan perkataannya.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Cahaya Terang

Berani Melawan Arus

Memaafkan dan Melupakan