DENDAM KESUMAT
Roma 12 : 17-18…”Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
DENDAM KESUMAT
Pernahkah kamu membaca novel 20,000 Leagues Under The Sea? Novel yang ditulis pada abad ke-19 ini menceritakan tentang Kapten Nemo, seorang bajak laut dari India yang kehilangan keluarga dan kampung halamannya akibat invasi Inggris. Nah, kemudian, Ia memutuskan untuk membalaskan dendamnya itu dengan cara menyerang kapal-kapal milik Imperium di Eropa dengan kapal selamnya yang canggih. Kamu pasti juga pernah merasakan suatu dendam yang kuat pada seseorang, saking kuatnya perasaan itu, kamu rasanya ingin menghancurkan segala sesuatu yang dimiliki orang itu. Itulah yang dirasakan oleh Kapten Nemo. Tapi, apakah kalian pikir, dengan membalaskan dendam itu, kalian akan merasakan damai atau bahkan puas? Jawabannya tidak. Pada akhir kisahnya, Kapten Nemo, yang sudah tua dan renta, pada akhirnya menyadari bahwa selama ini, upaya balas dendamnya tidak membuahkan apa-apa.
Rasul Paulus, dalam suratnya kepada jemaat di Roma, menekankan kita untuk tidak membalas perbuatan jahat. Alih-alih menuntut balas, ia mengajak kita untuk hidup damai dengan semua orang serta tidak menyimpan dendam di hati. Menyimpan dendam itu ibaratnya kita menggenggam bara yang masih panas. Rasanya akan sakit dan sekalipun kita melemparkannya kepada orang lain, kita masih akan terluka karena panas dari bara tersebut.
Sebagai orang yang beriman, kita harus bisa berkaca dari kisah Kapten Nemo, bahwa sekalipun ada orang yang pernah melakukan kejahatan pada kita, kita tidak seharusnya ikut membalas perbuatan mereka dengan perbuatan yang jahat juga. Sebab balas dendam hanya akan merusak dan merugikan diri kita sendiri dan orang-orang terdekat kita. Mari kita semua belajar untuk berdamai dengan orang yang telah menyakiti kita.
“The best revenge is to be unlike him who performed the injury.”
― Marcus Aurelius
by Anastasia Kasih
Komentar
Posting Komentar